Menuduh orang baik sebagi orang buruk, sama buruknya dengan meyakini orang buruk yang nyata-nyata sebagai orang baik. Karenanya islam tidak saja menuruh kita menjauhi buruk sangka, tetapi juga menyuruh menjauhi sikap dan perilaku yang membuat orang akan berprasangka buruk kepada kita. Umar Bin Khattab berkata,"Siapa yang menempatkan dirinya pada posisi yang mengundang tuduhan, maka jangan mencela orang yang berprasangka buruk kepadanya."
*Dari mana sih datangnya buruk sangka?
Kebiasaan buruk sangka telah ada sejak lama. Di sekitar kita,bila dicermati ,bertebaran sikap manusia yang berprasangka buruk. Sebutlah pandangn mata curiga,sinis,ekspresi kecut sampai dalam bentuk sikap kasar yang tak bersahabat. Beberapa faktor yang memicu merebaknya prasangka-prasangka buruk itu adalah:faktor lingkungan, keyakinan yang salah, kepentingan politik, estimasi pertahanan diri, ilmu yang pas-pasan, diskriminasi besar-kecil, dan lain-lain.
Buruk sangka telah meluluhlantahkan harapan banyak orang. Ia bisa membalikkan banyak hal dengan cepat. Orang baik bisa di hajar karea di tuduh maling, orang kehilangan dompet justru bisa dituduh pencopet, karenanya islam dengan tegas menyuruh umatnya menjauhi buruk sangka. Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an,yang artinya,"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prsangka itu dosa."(QS.Al-Hujurat:12)
Imam Ibnul Qoyyim juga menyatakan ,"segala amal dan perilaku di awali dari persepsi seseorang."
Maka,ketika islam melarang keras sikap buruk sangka, semakin menegaskan bahwa penyelesaian suatu masalah harus di mulaidari bibitnya. Dan dengan melarang buruk sangka, artinya agama Islam mengajarkan bagaimana memangkas masalah sejak adri akar utamanya. Karenanya, diperlukan ketulusan untuk seantiasa berfikir positif, dan sebisa mungkin di budayakan sikap-sikap dan prasangka baik, kecuali pada kasus-kasus yang sudah di yakini penuh tidak ada peluang untuk disikapi degan prasangka baik.
*Apa sih yang bisa dilakukan agar terhindar dari kebiasaan buruk sangka?
Yang pasti,rasakan, dan anggaplah kalau kamulah objek buruk sangka itu.Nanti kamu akan merasakan gimana sih rasanya menjadi objek prasangka,sakitkah, atau biasa-biasa aja?
Wallohu a’lam bishowab
Mari..sedari sekarang kita berkhusnudzon ok!
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://jasmiati.blogsome.com/2007/05/29/awali-hari-ini-tanpa-buruk-sangka/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>