
Refresh….
Refresh……
Refresh…..
>> (Cerita di sebuah pasar)
Keadaan pasar yang ramai, di sisi kanan dan kiri jalan pun penuh dengan pedagang. Tak ketinggalan pedagang kambing. Ada seorang kakek bersamaan dengan seekor kambingnya yang akan dijual. hingga akhirnya ketemulah dengan seorang pedagang kambing di sisi kanan jalan. Kakek tersebut menawarkan kambingnya, dan dengan cepat harga telah disepakati, yaitu sebesar 300 ribu. Namun, keadaan kakek tersebut yang kurang sehat (matanya agak susah untuk melihat dan membedakan warna), didukung oleh kekurangtahuan mengenai jumlah uang dan model - model uang kertas yang baru, tampaknya dimanfaatkan oleh pedagang kambing tersebut. kakek pun bertanya, nak, ini berapa jumlah uangnya?. 300 ribu kek, ada 6 lembar 50 ribuan, jawab pedagang. kakek pun dengan senang hati menerimanya dan segera menyerahkan kambingnya. beberapa menit kemudian, kakek berkeinginan untuk membelanjakan uangnya di sebuah toko sembako. Setelah memilih beras dan bahan pangan yang lain, kakek langsung membayarnya. Namun kaget bukan kepalang, bingung, panik, setelah pelayan toko tersebut memberi tahu kalau uang yang dibawa kakek tersebut adalah uang seribuan. Astaghfirulloh….. kakek tersebut segera beranjak kembali dari toko sembako menuju ke tempat transaksi penjualan kambingnya. Tak ada tanda - tanda kemunculan pedagang tersebut, dan setelah ditanya orang - orang sekelilingnya tak ada seorang pun yang mengenal pedagang itu sebelumnya. Kakek tersebut sedih……..tidak tahu apa yang harus dilakukan, begitu juga setelah pulang nantinya. Padahal istrinya menunggu di rumah dengan penuh harapan, harapan akan mendapatkan uang, harapan akan punya persediaan sembako untuk bertahan hidup di hari - hari berikutnya. Kakek pasrah, melapor pun tak ada gunanya lagi. Ia pulang dengan tangan kosong karena uang 6 lembar seribuan yang ia dapatkan dari penjualan telah habis untuk ongkos naik bus pulang ke rumah.
6 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://jasmiati.blogsome.com/2007/11/11/sungguh-teganya/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
jadi sedih bacanya… tega banget sih tuh orang! Grgrggrrg……
Comment by benbego — November 11, 2007 @ 125.pm
inilah perdaganagn,. . . jalan penuh barokah yang ibarat jalan tol dijamin lanjar dan aman tapi kalo tidak hati2 tetap aja bisa fatal.
sprti juga kita kampanye tanpa MSG, ttp pas masak pakai kecap pakai apalah lagi . . yang kadang dalam pembuata bahan tersebut ternyata telah disertai MSG ya akhirnya dimasakan kita tetap aja ada MSG . .. padahal kita sdh berusaha menghindari MSG. (seperti saranmudan teman2 yang lain maka doakan spy kita tetap konsisten)
BTW cerita tetang kambing tsb dari kejadian bener?
Comment by tsalasa — November 13, 2007 @ 250.pm
kalo ga salah itu pas awal muncul cetakan uang baru ya… jadi banyak yang masih susah membedakan uang seribuan lama dengan uang lima puluhan ribu baru. atau uang seratus rupiah (kertas) dengan seratus ribuan. semua pasti ada balasannya…
Comment by syifa — November 14, 2007 @ 954.pm
itulah… banyak orang-orang bermental kapitalis…
selain itu, hal ini juga membuktikan kelemahan sistem mata uang kertas, coba bandingin sama sistem mata uang emas.. Udah jelas nilainya, aman dari ketidakstabilan nilai tukar terhadap mata uang asing pula… Memang Islam itu yang paling keren…
Comment by precious-soul — November 15, 2007 @ 1013.am
teganya.. teganya… teganya
*irama dangdut*
semoga penipu itu mendapat hidayah 4JJ1 SWT dan tidak mengulangi lagi.
Kek… sabar ya!
Comment by PriyayiSae — November 16, 2007 @ 1000.am
:)
Comment by atik — November 19, 2007 @ 631.am