Sedih…benar - benar sedih. Dia teman kami, saudara seiman. Saya sangat berharap sebelumnya, apabila temen - temen baca tulisan ini, temen - temen bisa kasih kami solusi, atau trik - trik, OK!!!.
Langsung aja ya. Inilah problematika prodi kami. Mahasiswanya susah diajakin ibadah (sholat), terutama untuk putranya. Waktu kami belajar kelompok, kebetulan ada satu putra empat putri. Karena kelompoknya acak, jadi ya..seperti itu. Kami mengerjakan tugas deket banget sama mushola. Waktu nampaknya berjalan dengan cepat. Baru diskusi bentar dah sore ternyata, dan saatnya sholat maghrib tiba.
Kami : Yuk, sholat maghrib dulu
X : Entar aja ah di rumah
Kami : Loh!!emangnya rumahmu mana?
X : Deket kok, sekitar 30 menit dari sini
Kami : Tapi khan kita ngerjainnya sampai jam 19.00 WIB, masih banyak yang harus dikerjain je.
X : Ga papa…(jawabnya ringan)
Kami : Sholat dulu ya…khan tinggal 6 langkah lagi kita nyampe mushola
X : Enggak ah…
Kami : Aduh…ntar dosa lho….
X : Ga pa pa
Kami : Ntar kita coret lho…namamu
X : Janganlah….
Kami : Makanya, sholat dulu yuk…
X : Kalian sholat aja, aku yang di sini.
Nampaknya ajakan kami tak mempan lagi. Diiming - imingin mau dikasih sesuatu, tetep ga mau. Ditakut- takutin dosa dan masuk neraka, tak mempan pula. Namanya akan dicoret dari anggota kelompok, agak takut sih dia, tapi tetep ga pengaruh je. Bingung…gimana ya caranya ???. Kejadian yang paling sering saya lihat adalah ketika waktu sholat tiba, namun dosen sudah menunggu di ruangan. Banyak yang lebih memilih masuk kuliah dulu baru sholat. Padahal bisa jadi kuliahnya molor dan sisa waktu untuk sholat sangat mepet. Apakah benar, sebagian mahasiswa lebih takut pada dosen ketimbang sama Alloh, Sang Pencipta?. Realitanya seperti itu. Banyak tugas nampaknya berpengaruh juga pada kedekatan pada Alloh. Saat adzan berkumandang, tak sedikit orang yang menomorduakan sholat. Sering, bahkan sangat sering seperti itu. Apalagi jurusan komputer. Saat ngerjain tugas pemrograman (yang IQnya biasa - biasa aja), biasanya agak kesulitan melanjutkan tugasnya setelah ditinggal beberapa saat (loading lagi maksudnya). Dan kalau udah hanyut di dunia maya apalagi. Adzan pun bisa jadi ga denger. Kok bisa ???ya, itulah tehnologi, bisa mengalahkan segalanya.
7 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://jasmiati.blogsome.com/2007/12/27/kami-belum-bisa-2/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
memprihatinkan..!
iya tuh jurusan komputer, tp jurusan elins nggak lho! :d
Comment by PriyayiSae — January 2, 2008 @ 1212.pm
Keengganan untuk segera beribadah, apalagi ibadah wajib adalah salah satu akibat dari kekurangfahaman tentang masalah agama. Bisa jadi dia belum tahu tentang keutamaan sholat berjama’ah, bisa jadi karena keimanan yang belum benar, dia tidak bisa merasakan nikmatnya setiap kita beribadah kepada Allah. Pikiran yang mengatakan “kan yang penting sholat, entah itu sekarang, entah itu nanti …yaa terserah aku dong”, bukti kalau kefahaman tentang agama Islam belum benar, terutama tentang sholat dan ibadah-ibadah yang lain, karena sesungguhnya amal yang akan dihisab untuk pertama kali adalah sholat, kalau sholatnya baik maka amalan yang lain akan di catat baik…. (redaksi lengkap haditsnya saya tidak hafal). Dan tentu seseorang yang sudah faham akan hal ini akan segera untuk menunaikan kewajibannya Dan untuk memahamkan seseorang - apalagi kalau sudah mahasiswa - sangat sulit ketika kita hanya bilang “ntar dosa lho”, atau dengan kata2 yang itu seakan-akan untuk menakut-nakuti anak kecil. Tapi kita juga harus dengan cara-cara yang tepat, bukankah seorang da’i bila menyampaikan dakwahnya harus dengan ‘bahasa’ mad’unya ? Berikan terus kefahaman yang benar kepada dia, tidak hanya sekali saja, bahkan sebaik mungkin berkali-kali, satu lagi jangan dengan cara menggurui, seseorang kadang merasa kesal ketika digurui, apalagi oleh teman yang sebaya atau yang lebih muda. Bisa dengan cara diskusi2 ringan disela-sela mengerjakan tugas, kemudian masuk ke hal-hal yang inti. Yang terpenting kalau antum punya teman seperti itu, jangan malah dijauhi, itu adalah objek dakwah antum, tetaplah nasehati dia (tentu saja masih dengan tata cara yang islami, dia ikhwan to ?), terakhir doakan dia, agar Allah membuka hatinya. Wah …panjang ya, ini koment terpanjang saya di blog antum, dicatet MURI ga ya ? : )
Comment by greenleaves — January 9, 2008 @ 207.am
@PriyayiSae
Don’t judge the book from the cover…. enggak semua yang di jurusan komputer kayak gitu.
@atik
Link di blogku di update ya…. blog yang lama uda enggak dipake sekarang blogku ceritakupadadunia.wordpress.com
Thx…
Comment by ilham — January 17, 2008 @ 141.am
# PriyayiSae : ^_^… bagus…berarti perkembangan pesat itu.
# Greenleaves : Syukron ya pak, masukan dan unek2nya. Iya, semua berawal ketika kurang paham dengan agama. Kami akan berusaha, tentunya dengan tidak menggurui seperti yang sudah antum tuliskan, dan akan terus berusaha semampu kami. O ya, dapat rekor MEJA pak, (koMEn terpanJAng). hehehe….
# Ilham : Ya, sudah saya update. Thanks juga
Comment by Atik — January 18, 2008 @ 457.am
klw diiming-imingin apapun sesuatu,tetep gak mw coba anti kasih until number (2 atw 5),klw until number 2 itu dua jari (biasanya tengah ama ibu jri) tempelkan ke :afwan,mata..klaw until no.5 itu semua jari dikepal tempelkan ke pipinya:P..wuiss,insyaallah si X nya makin jengkel ama anti,yaiyalah!!!!yup saran terbaik ana adalah mengikuti greenleaves..bukan maksud meniru2 lo,tapi emang meniru,,,ah binggung !!yg pEngting atik tetep istiqomah,dgn ke-istiqomahanmu-insyaallah orang yang melihat dan memperhatikan akan ikut denganmu…(klw yg memperhatikan ikhwan gimana ya??)..ya itu TUM(alias Terserah antUM:D)))
Comment by as3a — January 22, 2008 @ 1006.am
Assalamu`alaykum Atik..
Mba sepakat sama Pak Eko. Mungkin pemahamannya yang belum mendalam. Hm..kalo saran mba, ketika ia sudah kita ingatkan, jangan dipaksa! Karena biasanya ketika orang merasa zona nyamannya terserang, ia akan cenderung menghindar — mencari rasionalisasi (alasan), mencaei pembelaan diri, yah.. hal-hal yang melindungi dirinya dari ’serangan’ dari luar.
Ingatkan terus saja secara bertahap, karena kan kalian pun sudah mengingatkannya.. JAdi, ketika kesadaranny utk solat itu muncul dari diriny sendiri, itu akan lebih dapat ia rasakan..
Wallahu`alam..
btw, Forlitas apa kabarnya Tik?
Comment by niefha — March 1, 2008 @ 1251.pm
Sabar dalam memberi nasihat sebagaimana para nabi dan rasul telah bersabar dalam dakwahnya, walaupun akhirnya pengikutnya tidak banyak. Kewajiban kita adalah berdakwah, adapun masalah keimanan dan hidayah, Allah yang mengaturnya. Wallaahu a’lam.
Comment by arifromdhoni — June 11, 2008 @ 1119.pm