Menyayangi Diri Sendiri
April 6, 2008

5 Langkah Menyayangi Diri Sendiri

Oleh : Ustad Syatori Abdurrouf
 

            Bagaimana kita bisa sayang kepada sesama kalau kita belum menyayangi diri kita sendiri. Menyayangi diri sendiri ini sifatnya bukan fisik, namun ruhani kita. 5 langkah tersebut kemudian dikenal dengan 5 M.

  1. Mujahadah
  2. Mu’aqabah
  3. Muhasabah
  4. Muraqabah
  5. Mu’ahadah

*  MU’AHADAH

            - Mu’ahadah berarti meneguhkan kmembali janji – janji kita kepada Allah Ta’ala.

Meneguhkan = perjanjian kita dengan Allah sudah terjadi. Umumnya, kalau kelamaan akhirnya lupa. Kapan kita merasa janji kepada Allah ?. yatu saat masih di rahim ibu.

“Bukankah Aku ini Rabbmu?. Jawab kita, Ya, Engkau adalah Tuhanku, dan aku juga berikrar laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.

-         Mu’ahadah berarti menyesali dosa dan salah yang sudah diperbuat.

Dosa dan salah : (1). Dosa Aqidah

: Berupa menipisnya keyakinan akan adanya Allah Ta’ala dengan segala kesempurnaan yang dimiliki-Nya.

Contoh : Jualan, ga’ laku. Khawatir…besok makan apa ya?. Berarti keyakinan menipis bahwa rezeki itu adalah dari Allah.

Dosa Aqidah ini ada 2, yang menyebabkan :

·        Keluar Islam (murtad), ex: keyakinan kepada Allah menipis, akhirnya melakukan syirik.

·        Tetap Islam,ex: keyakin akan kesembuhannya dari dokter, padahal atas seizin Allah lewat dokter tersebut.

(2). Dosa Syari’ah

: Berupa meninggalkan perintah Allah Ta’ala / melanggar larangannya.

Menyebabkan allah tidak ridho, dan bisa menjadi hijab pertolongan dari Allah Ta’ala.

Contoh : Berdagang maunya untung (dengan menipu). Tapi jadinya malah buntung (rugi), kalaupun ada yang menipu tapi untungnya amlah berlipat, itu bahkan sangat dimurkai oleh Allah.

(3). Dosa Akhlak

            : Berupa sifat - sifat  buruk yang tersimpan di dalam hati. Contoh : benci, cinta karena syahwat, menyenangi dunia dan lupa akhirat. Dosa akhlak muncul ketika seseorang dalam keadaan sakaratul maut. Bahwa seorang akan mati sesuai kebiasaannya. Kebiasaan itu = akhlak. Misal kita adalah orang yang suka senyum karena keikhlasan, tulus, dengan hati lapang, maka kita akan meninggal dalam keadaan senyum, insya Allah.

Kasus Nyata : Ada tabrakan sama – sama mobil. Mobil ke-1 ditumpangi oleh satu orang, mobil ke-2 ditumpangi leh 2 pemuda. Penumpang mobil ke-1 langsung meninggal, sedangkan penumpang mobil ke-2 masih berlumuran darah. Kemudian ditolong oleh orang – orang untuk dikeluarkan dari mobil kemudian dibaringkan. Saat – saat menjelang kematian mereka ada seseorang yang membisikkan kalimah laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah…ke telinga kedua pemuda tersebut. Namun, terdengar suara dari keduanya “…kamu ketahuan…”, rupanya itu adalah lirik dari sebuah lagu. Astaghfirullah…jangan nyanyi, ucapkanlah laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah…Suara mereka memang nampaknya semakin tidak terdengar, inna lillahi…mereka sudah meninggal sebelum mengucapkan kalimah suci itu.

-         Mu’ahadah berarti merasakan bahwa di dunia ini tiada apapun dan siapapun kecuali Allah ta’ala.

Segala yang ada dan terjadi di alam semesta ini hanaylah bukti dan tanda akan adanya allah ta’a dengan segala kemampuan yang dimiliki-Nya.

-         Mu’ahadah berarti tidak menggantungkan harapan kepada apapun dan siapapun kecuali hanya kepada Allah Ta’ala.

-         Mu’ahadah berarti tidak tunduk dan patuh kepada apapun dan siapapun kecuali hanay kepada Allah Ta’ala.

-         Mu’ahadah berarti menjadikan Rasulullah Muhammad SAW satu – satunya panutan hidup kita.

* MURAQABAH

            : Selalu merasakan pengawasan Allah Ta’ala atas semua perbuatan kita.

Abdul Qasim Al Junaidi pernah ditanya, bagaimana caranya agar mudah menundukkan pandangan?. Kemudian beliau menjawab, dengan pengetahuan bahwa penglihatan Yang Maha Melihat adalah lebih cepat dari penglihatanmu.

Seperti kisah Umar dengan salah satu pembantunya yang bertemu dengan penggembala kambing yang jumlah dari kambingnya itu sangat besar. Kemudian Umar berkata (untuk menguji), hai penggembala, juallah kambingmu satu saja kepadaku. Penggembala menjawab, tapi ini adalah kambing majikanku. Umar berkata lagi, katakanlah kepada majikanmu akalu satu kambingnya telah dimakan srigala. Penggembala sambil menunjukkan tangannya ke langit seraya berkata, lalu, dimanakah Allah?. Umar menangis, dan kemudian memberikan hadiah yang besar kepada penggembala tersebut.

Menurut Abdullah Ibnul Mubarak, muraqabah adalah jadilah kamu selah – olah bersama allah, diawasi oleh Allah, sehingga tidak aad satu tempat persembunyian pun yang terlewat dari pengawasan Alloh.

MUHASABAH

            : Menengok ke belakang untuk mengevaluasi setiap tindak tanduk perbuatan kita.

·        Muhasabah tingkatan pertama / utama : mengevaluasi amal – amal yang baru saja dilakukan. Misalnya, sehabis sholat, dzikir, doa, muhasabah. Atau bahkan seusai sholat langsung bermuhasabah, tadi sholatku apa yang kurang ya? Dicatat, bias tersurat ataupun tersirat.

·        Muhasabah tingkatan kedua : mengevaluasi harian. Misalnya, menjelang tidur, trs bangun tidur, apa yang dilakukan.

·        Tingakatn ketiga: ukuran pekanan. Ini membuat kita lupa kesalahan – kesalahan kita karena terlalu lama.

Terkadang muhasabah akan lebih bagus disaat dimuhasabahi oleh orang lain.

* MU’AQABAH

            : Menghukum diri akibat berbuat salah dan dosa.

Tidak menunggu hukuman dari orang lain. Mu’aqabah yang baik adalah dari diri sendiri., bisasanya bentuknya adalah penyadaran.

Contoh : Saat Umar jalan – jalan memandangi kebun kurmanya. Melihat matahari sudah tinggi, dia khawatir jangan – jangan sudah waktu sholat. Namun setelah sampai di masjid, Umar menjumpai orang – orang yang sudah pada keluar dari sana. Ternyata sudah selesai sholat jama’ahnya. Maka sebagai hukuman atas kelalaiannya, ia menyedekahkan semua kebun kurmanya.

MUJAHADAH

            : Melipatgandakan kesungguhan kita untuk istiqamah di atas jalan menuju surga, sesulit apapun jalan ke sana.

QS. Al Ankabut : 69

 



Catatan Harian Pilihan dalam Seminggu
July 24, 2007

catatan harian pilihan ^_^, ada 4, yaitu :

1). Waktu Malam ( di 1/3 malam )
>> Turun rahmat Alloh ke dunia, sehingga sampai pada 1/3 malam.
Di waktu ini, perbanyaklah dzikir, khusyu’kan qiyamullail, sebenar – benar penghambaan kepada – Nya, memohon ampun, menangis, bersujud, bermunajat, mengadu, dan sebagainya.
( Q.S. Az-Zumar : 9, Q.S. Adz-Dzariyat : 17-18, Q.S. Al Muzzammil : (1-4 ),&20, Q.S. Ali Imran : 17, Q.S. Al Isra’ : 79, q.S. Al Furqan : 64, Al Insan : 26 )

2). Selepas Sholat Subuh Sampai Terbit Matahari
>>  Jangan sampai melewatkan waktu ini dengan hal kurang bermanfaat.  Misalnya, lebih memilih tidur setelah sholat subuh dari pada membaca Al Qur’an. Ini sudah menjadi masalah yang tidak asing lagi bagi umat islam, khususnya saya juga sering melakukannya. Sebenarnya jika ditelusuri dan dipahami lebih dalam, sungguhlah waktu itu adalah waktu yang sangat tepat untuk bermuhasabah, tafakur, dan mentadaburi Al Qur’an. Bersyukur atas karunia nikmat yang tiada tara dari – Nya sehingga kita masih bisa bangun dari kematian yang sementara dan masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya pagi nan cerah dan penuh tantangan bagi para pencinta kebenaran.

3). Sebelum Tenggelam Matahari
>>  Memperbanyak bertasbih di setiap waktu baik siang maupun malam, dan bersabar seperti yang disebutkan dalam Q.S. Thaha : 130.
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji tuhan – mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu – waktu di malam hari dan pada waktu – waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.( Q.S. Thaha : 130 )


4). Antara Maghrib dan Isya’
>>  Jarak waktu sholat antar maghrib dan isya’ sangatlah sempit. Namun, jarang sekali yang bisa memnafaatkannya dengan baik.      Waktu yang sangatlah pendek itu, alangkah baiknya kita isi dengan memperbanayk bacaan Al Qur’an. Sebagian besar umat islam melewati waktu itu hanya untuk melihat televisi. Bahkan saat sholat  maghrib pun terkesan tergesa – gesa karena banyak sinetron yang bagus itu sengaja di setting saat waktu sholat, menjelang, dan sampai habis waktu sholat. Sehingga, banyak sekali yang rela meninggalkan sholat hanaya karena tv. Seperti pada saat pertandingan sepakbola Indonesia kemaren, apakah pemain dari Indonesia istirahat untuk sholat dulu di sela – sela peristirahatan ???. Ataukah jangan – jangan Indonesia kalah gara – gara pemain maupun penonton dan pendukungnya ga sholat ???.
Wallohu a’ lam bish–showwab.
Alloh sudah memberi keutamaan di waktu – waktu yang istimewa yang jarang sekali orang bisa melakukannya. Yang pertama, di 1/3 malam. Jika kita terlewatkan di waktu itu, Alloh masih memberi kesempatan di  yang ke-2, yaitu selepas sholat subuh sampai matahari terbit. Dan apabila kita masih tidak bisa, masih ada yang ke-3, yaitu sebelum tenggelam matahari. Dan yang terakhir yaitu antara maghrib dan isya’. Apabila kita terlewatkan semua waktu itu, maka sungguh kita termasuk orang – orang yang merugi.



Awali Hari Ini Tanpa Buruk Sangka
May 29, 2007

Menuduh orang baik sebagi orang buruk, sama buruknya dengan meyakini orang buruk yang nyata-nyata sebagai orang baik. Karenanya islam tidak saja menuruh kita menjauhi buruk sangka, tetapi juga menyuruh menjauhi sikap dan perilaku yang membuat orang akan berprasangka buruk kepada kita. Umar Bin Khattab berkata,"Siapa yang menempatkan dirinya pada posisi yang mengundang tuduhan, maka jangan mencela orang yang berprasangka buruk kepadanya."

*Dari mana sih datangnya buruk sangka?
Kebiasaan buruk sangka telah ada sejak lama. Di sekitar kita,bila dicermati ,bertebaran sikap manusia yang berprasangka buruk. Sebutlah pandangn mata curiga,sinis,ekspresi kecut sampai dalam bentuk sikap kasar yang tak bersahabat. Beberapa faktor yang memicu merebaknya prasangka-prasangka buruk itu adalah:faktor lingkungan, keyakinan yang salah, kepentingan politik, estimasi pertahanan diri, ilmu yang pas-pasan, diskriminasi besar-kecil, dan lain-lain.
Buruk sangka telah meluluhlantahkan harapan banyak orang. Ia bisa membalikkan banyak hal dengan cepat. Orang baik bisa di hajar karea di tuduh maling, orang kehilangan dompet justru bisa dituduh pencopet, karenanya islam dengan tegas menyuruh umatnya menjauhi buruk sangka. Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an,yang artinya,"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prsangka itu dosa."(QS.Al-Hujurat:12)
Imam Ibnul Qoyyim juga menyatakan ,"segala amal dan perilaku di awali dari persepsi seseorang."
Maka,ketika islam melarang keras sikap buruk sangka, semakin menegaskan bahwa penyelesaian suatu masalah harus di mulaidari bibitnya. Dan dengan melarang buruk sangka, artinya agama Islam mengajarkan bagaimana memangkas masalah sejak adri akar utamanya. Karenanya, diperlukan ketulusan untuk seantiasa berfikir positif, dan sebisa mungkin di budayakan sikap-sikap dan prasangka baik, kecuali pada kasus-kasus yang sudah di yakini penuh tidak ada peluang untuk disikapi degan prasangka baik.

*Apa sih yang bisa dilakukan agar terhindar dari kebiasaan buruk sangka?
Yang pasti,rasakan, dan anggaplah kalau kamulah objek buruk sangka itu.Nanti kamu akan merasakan gimana sih rasanya menjadi objek prasangka,sakitkah, atau biasa-biasa aja?
Wallohu a’lam bishowab

Mari..sedari sekarang kita berkhusnudzon ok!



SyuRga_MU
May 11, 2007

Siapa sih yang ga pengen masuk syurga?Pastilah semua orang ingin menikmati indahnya,nikmatnya kebahagiaan nan abadi di sana^_^.

>>Sahabat semua pasti dah pernah denger cerita ini.Cerita di zaman Rasululloh 

Begini ceritanya,ada seorang pak tua yang sedang duduk di dalam masjid bagian belakang.Salman Al Farisi dan sahabat Rasululloh yang lain mengamatinya.Keesokan harinya,di tempat yang sama Salman dan sahabat yang lain pun kaget menjumpai pak tua tersebut.Karena sebelumnya Rasululloh berkata bahwa pak tua tersebut di jamin masuk syurga oleh Alloh.Salman penasaran dan kemudian didekatilah pak tua tadi.Salman berpura-pura ingin menginap ke rumah pak tua,yang sebenarnya ada maksud yaitu,ingin mengetahui keistimewaan dari pak tua.pak tua pun mengizinkan Salman untuk menginap.Pak tua adalah seorang pedagang dan beliau pulang untuk sholat,dzikir,baca Al Qur’an.Dan menurut Salman bacaan Qur’annya tuh biasa aja.Sampai akhirnya malam pun datang.Di sepertiga malam,pak tua bangun untuk qiyamul lail,yang lagi-lagi menurut Salman standard aja atau dengan kata lain sama aja seperti yang ia lakukan.Akhirnya…sudah beberapa hari ia menginap,dan dia menyerah .Tak sedikit pun ia ketahui keistimewaan pak tua.Dia beranikan diri untuk mengatakan hal sebenarnya,bahwasannya dia menginap untuk mengetahui keistimewaan pak tua atas jaminan masuk syurga.Dan pak tua pun seneng sekali,beliau berkata:"nak,saya melakukan 2 hal sebelum tidur":
(1).Sebelum saya berbaring,saya memaafkan semua kesalahan orang kepada saya di siang hari.
(2).Menghilangkan rasa dendam yang saya lakukan disiang hari.

Subhanalloh…..^_^.
Mungkin bagi kita,memafkan orang tuh sangatlah sulit.Apalagi jikalau kita mampu untuk membalas dendam.Tentunya akan semakin berat,dan kita pun tak mudah untuk mengucapkan kata maaf  serta tak mudah pula melontarkan kata maaf.
Ciri dari ahli syurga diantaranya adalah:
>>1).Orang yang bisa memaafkan orang lain .
            :   Disaat dia bisa membalas dendam.
>>2).Ahli infaq
            :   Di saat keadaan senang ataupun susah.
>>3).Mampu menahan emosi
            :   Emosi disini bukan berarti ga boleh marah lho.Tapi,bagaimana kita mampu memanajemen emosi itu sendiri.Marah boleh,asalkan emang tepat untuk marah.misalnya,pabila ada orang yang menghina Al Qur’an,kita harus marah .Soalnya berarti yang menghina Al Qur’an menghina Alloh dan semua umat islam di dunia.Apakah kita diam saja melihat orang menghina Al Qur’an?Tentunya marahlah dengan santun dan syar’iyah^_^.
Jadi,untuk bisa menggapai syurga_NYA,mulailah sedari sekarang untuk menjadi insan yang pemaaf,pandai memanajemen emosi dan senantiasa rajin bersedekah.

PEACE!!!



Affatul LiSan
April 18, 2007

Affatul Lisan(Bahaya Lisan)

Perintah untuk berkata baik pada manusia.
QS.AL Isra’:53 dan QS.An Nahl:125

Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu,"Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).Sesungguhnya syetan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi manusia".(QS.Al Isra:53)
Tidak akan istiqomah iman seorang hamba
sehingga istiqomah hatinya
Tidak akan istiqomah hati seorang hamba
sehingga istiqomah lisannya
–>Macam-macam affatul lisan
(1).Berbicara sesuatu yang tidak perlu.
(2).Berlebihan dalam berbicara.
QS.An Nisa:114
(3)Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil.
QS.Al Muddatstsir:45 dan QS.An Nisa:140
(4).Berbantahan dan perdebatan
Imam Malik:Perdebatan akan mengeraskan hati dan membekaskan kekesalan.
(5).Pertengkaran
(6).Berkata keji,jorok, dan caci maki.
(7).Kutukan/laknat
(8).Nyanyian dan syair
(yang sifatnya ga ada manfaat dan menjauhkan ingatan kita kepada Alloh)
(9).Sendau gurau(sifatnya menyinggung orang lain,dusta,dan berlebihan)
(10).Menyebarkan rahasia
(11).Janji palsu
QS.Al Maidah:1 dan QS.Maryam:54
(12).Bohong dalam berbicara
(13).Ghibah(bergunjing)
QS.Al Hujurat:12
(14).Adu domba
(15).Perkataan yang berlidah dua
(16).Menyanjung yang berlebihan
(17).Kurang cermat dalam berbicara
(18).Melibatkan diri secara bodoh dalam pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan.