Tambah Satu
May 6, 2008

Kutatap mentari pagi ini

Pancarannya membuaikan anganku

Teringat 19 tahun silam

Kenangan yang tak terlupakan

 

Cinta kasih sayang mereka

Setulus hati, jiwa, dan raga

Sungguh tak ternilai harganya

Sanggupkah aku membalasnya ???

Ayah teladan kesabaranku

Ibu yang selalu perhatian padaku

Kakak – kakakku yang sangat kusayangi

Kan kita bingkai cinta kasih sayang kita

Atas nama cinta pada-Nya

 

Kini saatnya perbaiki diri

Bersihkan diri dari dosa yang menyelimuti

Tuk menggapai bening hati

Berjuang tuk menjadi insan Rabbani

 

KEEP HAMASAH !!!

Posted in PuiSi | Comments (4)


Kunanti SapAanmu…
August 18, 2007

Ia begitu dekat, begitu cepat….

Membawa berkah, ampunan, dan rahmat

Tahukah kau saat itu pahala kita kan berlipat ?

Ya, Khan dihitung nanti di akhirat

Apakah kau sudah siap ?

Sebulan sebelumnya sebagai warming – up

Karena itu sebagai tahap

Agar saat ia tiba nanti kau sudah mantap

Ya Rabb….

Pertemukanlah kami dengannya

Beri kesempatan kepada kami

Tuk perbaiki diri

Agar lebih baik lagi

Ya Rabb….

Sesungguhnya bulan itu adalah semulia – mulia bulan disisi – Mu

Hari – harinya sebaik – baik hari

Malam – malamnya sebaik – baik malam

Waktu – waktunya sebaik – baik waktu

Ya Rabb….

Di saat itu….

Engkau khan menjawab jika kita memanggil

Menyambut jika kita menyeru

Memberi jika kita meminta

Mengabulkan jika kita memohon

Ya Rabb….

Sungguh ku ingin berjumpa dengan malam yang istimewa itu

Malam sebaik 1000 bulan

Lailatul Qadar

Subhanalloh….

oOoHHH…Bulan Ramadhan….

Kunanti sapaanmu….

Umat islam yang baik adalah yang menyapanya lebih dahulu sebelum disapa. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menyapanya???. Dengan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al Qur’an, qiyamullail, menyiapkan hati dan jiwa, bertaubat kepada Alloh, menyesali segala perbuatan yang melanggar perintah – Nya, bertekad untuk konsisten, taat kepada -Nya, dan mulai untuk memperbaiki diri itu pasti. Tetep smangat!!!!

Yakin dan optimis selalu….

Note : Sesungguhnya pabila ada orang yang tidak disapanya, bukan Ramadhannya yang tidak mau menyapa, tapi manusianya yang enggan disapa.

Posted in PuiSi | Comments (17)