Kutatap mentari pagi ini
Pancarannya membuaikan anganku
Teringat 19 tahun silam
Kenangan yang tak terlupakan
Cinta kasih sayang mereka
Setulus hati, jiwa, dan raga
Sungguh tak ternilai harganya
Sanggupkah aku membalasnya ???
Ayah teladan kesabaranku
Ibu yang selalu perhatian padaku
Kakak – kakakku yang sangat kusayangi
Kan kita bingkai cinta kasih sayang kita
Atas nama cinta pada-Nya
Kini saatnya perbaiki diri
Bersihkan diri dari dosa yang menyelimuti
Tuk menggapai bening hati
Berjuang tuk menjadi insan Rabbani
KEEP HAMASAH !!!
Ia begitu dekat, begitu cepat…. Membawa berkah, ampunan, dan rahmat Tahukah kau saat itu pahala kita kan berlipat ? Ya, Khan dihitung nanti di akhirat Apakah kau sudah siap ? Sebulan sebelumnya sebagai warming – up Karena itu sebagai tahap Agar saat ia tiba nanti kau sudah mantap Ya Rabb…. Pertemukanlah kami dengannya Beri kesempatan kepada kami Tuk perbaiki diri Agar lebih baik lagi Ya Rabb…. Sesungguhnya bulan itu adalah semulia – mulia bulan disisi – Mu Hari – harinya sebaik – baik hari Malam – malamnya sebaik – baik malam Waktu – waktunya sebaik – baik waktu Ya Rabb…. Di saat itu…. Engkau khan menjawab jika kita memanggil Menyambut jika kita menyeru Memberi jika kita meminta Mengabulkan jika kita memohon Ya Rabb…. Sungguh ku ingin berjumpa dengan malam yang istimewa itu Malam sebaik 1000 bulan Lailatul Qadar Subhanalloh…. oOoHHH…Bulan Ramadhan…. Kunanti sapaanmu…. Umat islam yang baik adalah yang menyapanya lebih dahulu sebelum disapa. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menyapanya???. Dengan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al Qur’an, qiyamullail, menyiapkan hati dan jiwa, bertaubat kepada Alloh, menyesali segala perbuatan yang melanggar perintah – Nya, bertekad untuk konsisten, taat kepada -Nya, dan mulai untuk memperbaiki diri itu pasti. Tetep smangat!!!! Yakin dan optimis selalu…. Note : Sesungguhnya pabila ada orang yang tidak disapanya, bukan Ramadhannya yang tidak mau menyapa, tapi manusianya yang enggan disapa.